Beruntung

Apakah kau mendengarku

Ku berbicara padamu

Melintasi air, melintasi samudra biru nan dalam

Oh sayang, aku berusaha…

Sayang, ku mendengarmu di dalam mimpi-mimpiku

Ku mendengar bisikanmu melintasi lautan

Ku menjagamu slalu dalam hatiku

Kau membuat semuanya mudah ketika hidup ini susah

Mereka tak tau berapa lamanya

Menunggu cinta seperti ini

Tiap kali kita mengucapkan selamat tinggal

Ku berharap masih ada satu kecupan lagi

Ku kan menunggumu, ku berjanji padamu

Aku kan

Ku beruntung ku jatuh cinta pada teman dekatku

Beruntung ku berada di mana sebelumnya aku berada

Beruntung ku kembali ke rumah lagi

Oh…

Dan kemudian ku berlayar mengarungi lautan

Menuju sebuah pulau di mana kita akan bertemu

Kau kan mendengar musik, menghirup udara

Ku kan memberi setangkai bunga di rambutmu

adopted from lyric "Lucky" by Jason Mraz

dedicated to 'her' I never get her love

today, tomorrow, forever…

I wish you'll hear my whisper

**

Tak perlu kau mengelak!

Look into your heart, you'll find "LOVE"!

09.50 pm. Ramadan 15th, 1430




Selengkapnya...

The Next Exam

Senin, 18 Mei 2009 : al-Qur’an Tahriri

Kamis, 21 Mei 2009 : Manahij Mufassirin

Sabtu, 23 Mei 2009 : Psikologi

Senin, 25 Mei 2009 : Filsafat Islam

Kamis, 28 Mei 2009 : Khitobah

Senin, 1 Juni 2009 : Filsafat Yunani

Kamis, 4 Juni 2009 : Tayyarat Fikriyah

Sabtu, 6 Juni 2009 : Firaq Islamiyyah

Senin, 8 Juni 2009 : Qadhaya Mu’ashirah

Kamis, 11 Juni 2009 : Tasawuf Islam

Senin, 15 Juni 2009 : Manahij Muhadditsin

Kamis, 18 Juni 2009 : Tauhid

Selengkapnya...

Pemuda dan Pendidikan


Pentingnya pendidikan bagi tiap individu tidak perlu lagi diragukan. Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad Saw. secara implisit berbicara tentang hal ini. "Iqra" (wahyu pertama tersebut) yang berarti "bacalah"; menjelaskan bahwa tiap individu secara fitrah membutuhkan sesuatu yang bisa membuat hidupnya lebih berarti. Hal ini tak lain didapat dengan membaca. Membaca adalah pangkal dari semua ilmu. Ilmu adalah bagian dari pendidikan. Mengingat pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan pada zaman globalisasi ini, maka tiap individu harus selalu berusaha untuk mengisi hidupnya dengan ilmu pengetahuan. Karena berangkat dari situlah peradaban suatu bangsa ditulis.




Kedudukan seorang yang berpendidikan dengan yang tidak berpendidikan di hadapan Tuhan dan di mata masyarakat sangat berbeda dan tidak sama. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. sangat memperhatikan masalah ini. Hal ini tercermin dari banyaknya ayat al-Qur’an yang berbicara tentang urgensi pendidikan dan ilmu pengetahuan dalam kehidupan. Termasuk hadits Nabi Saw.—tentang pendidikan maupun ilmu pengetahuan—yang seringkali dijadikan sebagai dalil oleh para ulama dalam ceramah-ceramahnya di setiap acara yang bersifat masif.

Berkaitan dengan pendidikan, pemuda memegang peran penting di dalamnya. Ini disebabkan karena dialah pemegang tongkat estafet perjuangan suatu bangsa. Pendidikan dan pertumbuhan seorang pemuda sangatlah tergantung oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya adalah keluarga—dalam hal ini adalah orang tua—, teman dan juga lingkungan di mana ia hidup. Ketiga faktor tersebut sangat bergantung antara satu dengan yang lain dan tidak bisa dipisahkan. Orang tua harus mendidik anaknya dengan memberikan pendidikan yang baik; yaitu pendidikan yang sesuai dengan ajaran agama yang ia anut.

Ia juga harus berteman dengan teman yang baik pula. Dalam artian agar ia tidak terpengaruh dan terbawa oleh teman-teman yang nakal. Lingkungan di mana ia hidup, seharusnya kondusif untuk perkembangan mental dan fisik. Yakni lingkungan yang baik dan terisolasi dari berbagai bentuk kebobrokan mental. Jikalau ketiga faktor tadi sudah memenuhi kewajiban masing-masing, maka kelak anak yang dididik tadi akan menjadi seorang pemuda yang memberikan kontribusi baik bagi keluarga, masyarakat, agama dan bangsanya. Pada akhirnya, terciptalah suatu peradaban indah yang menghiasi bangsanya.

Namun, jikalau para pemuda sudah tidak lagi berpendidikan dan bermoral baik, maka pada akhirnya bukan peradaban indah yang ia ciptakan tetapi kemunduran, keterbelakangan dan kehancuran mental. Kita harus mewaspadai agar hal ini tidak terjadi di Indonesia dengan cara mendidik anak-anak kita sedari kecil dengan memperhatikan tiga faktor yang tadi disebutkan.
Permasalahan pendidikan sudah tak asing lagi bagi kita. Sudah ribuan bahkan jutaan kali kita membicarakan hal ini. Entah dari sisi urgensi, hukum ataupun sejarah. Hal ini takkan pernah usang dimakan zaman. Karena memang selalu saja ada hal baru yang harus dibicarakan mengenai pendidikan. Namun, berapa orang yang peduli dan sudah mengaplikasikannya dalam kehidupan? Apakah kita termasuk orang-orang yang mencintai dan peduli dengan pendidikan? Wallahu A’lam bis Shawab.[]
 


Selengkapnya...

d'Real War

Akhir-akhir ini dunia sedang disibukkan dengan kekejaman Israel yang masih saja menyerang perbatasan Gaza tanpa ampun. Dan aku pun juga tak bisa diam, karena akan menghadapi perang yang juga tak kalah hebat dengan yang terjadi di Gaza. Ujian term I is d'Real War. :D


Met menempuh Ujian Term I
~Allah muwaffiq~


Selengkapnya...

Jejak Kata


Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

INDONESIA BLOG DIRECTORY